KOMUNIKASI DAN BERFIKIR KRITIS DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN TERHADAP PERILAKU SEKSUAL REMAJA BERISIKO DI JAWA TENGAH

  • Untung Sujianto Departemen Keperawatan UNDIP

Abstract

Masa remaja merupakan  masa peralihan dari usia kanak-kanak ke usia dewasa. Pada masa tersebut terjadi pertumbuhan yang pesat pada fungsi  reproduksi dan terjadi  perubahan  fisik, psikhis maupun sosial. Remaja yang belum siap terhadap perubahan-perubahan fisik, psikhis maupun sosial dan rasa ingin tahu yang tinggi, mengakibatkan ingin mencoba sesuatu yang baru dan bila tidak diarahkan pada hal yang positif dapat mengakibatkan masalah kesehatan reproduksi seperti kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kemampuan berkomunikasi dan berfikir kritis dalam mengambil keputusan terhadap perilaku seksual berisiko pada remaja SMU kecamatan Ambarawa Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif  dengan metode penelitian survey. Sampel penelitian ini ada 80 responden yakni 40 responden remaja dari SMA Negeri dan 40 responden SMA Swasta. Pengambilan sampel menggunakan menggunakan teknik purposive sampling dengan c-survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan remaja dalam berkomunikasi, berfikir kritis dalam mengambil keputusan masih kurang. Sedangkan perilaku seksual berisiko seperti petting sebanyak 12,7 persen, seks oral sebanyak 8,9 persen  dan koitus atau bersenggama sebanyak 6,3 persen. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa kemampuan berkomunikasi dan berfikir kritis dalam mengambil keputusan masih kurang dan perilaku seksual berisiko yang berdampak pada kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), penyakit menular seksual (PMS), HIV maupun AIDS perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius.

 

Kata kunci       :Komunikasi, berfikir kritis, perilaku seksual berisiko, remaja